BAB 1 KONSEP DASAR
A.
Konsep Dasar Sistem, Informasi, Sistem
Informasi.
Sistem
Secara
umum, suatu sistem terdiri atas struktur dan proses. Beberapa
definisi
dari sistem menyebutkan bahwa sistem terdiri atas struktur dan
proses.
Akan tetapi, beberapa definisi dari sistem hanya menyebutkan
kumpulan
dari struktur atau proses.
Sistem
yang didefinisikan sebagai kumpulan dari struktur bukan berarti
sistem
tersebut tidak mempunyai proses.
Karakteristik
Sistem
Suatu
sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu
mempunyai
komponen-komponen (components), batas sistem (boundary),
lingkungan
luar sistem (environments), penghubung (interface), masukan
(input),
keluaran (output), pengolah (process), sasaran (objectives), atau
tujuan
(goal).
Klasifikasi
Sistem
1. Sistem
diklasifikasikan sebagai sistem abstrak (abstract system) dan
sistem fisik (physical system)
2. Sistem
diklasifikasikan sebagai sistem alamiah (natural system) dan
sistem buatan manusia (human made
system)
3. Sistem
diklasifikasikan sebagai sistem tertentu (deterministic system)
dan sistem tak tentu (probabilistic
system)
4. Sistem
diklasifikasikan sebagai sistem tertutup (closed system) dan
sistem terbuka (open system)
Pengendalian
Sistem
Karena
suatu sistem tidak ada yang tertutup dan supaya sistem dapat
terus
melangsungkan hidupnya, sistem harus mempunyai daya membela diri
atau
sistem harus mempunyai sistem pengendalian. Pengendalian dari suatu
sistem
dapat berupa pengendalian umpan balik (feed back control system),
pengendalian
umpan maju (feed forward control system), dan pengendalian
pencegahan
(preventive control system).
Informasi
Definisi
dari informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berarti bagi
yang menerimannya. Menurut Raymond Mcleod informasi adalah data yang telah
diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi si penerima dan bermanfaat bagi
pengambilan keputusan saat ini atau mendatang. Secara umum informasi dapat di
definisikan sebagai hasil pengolahan data dalam bentuk yang lebih berguna dan
lebih berarti bagi penerimannya.
Sumber
dari informasi adalah data. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu
kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian-kejadian adalah sesuatu yang
terjadi pada saat tertent.
Data
merupakan bentuk yang masih mentah, belum dapat bercerita banyak sehingga perlu
diolah lebih lanjut. Data diolah melalui suatu metode untuk menghasilkan
informasi
Data
yang diolah melalui suatu model menjadi informasi, penerima kemudian menerima
informasi tersebut, membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan, yang
berarti menghasilkan suatu tindakan yang lain yang akan membuat sejumlah data
kembali. Fungsi-fungsi informasi adalah sebagai berikut :
a. Untuk
meningkatkan pengetahuan bagi si pemakai
b. Untuk
mengurangi ketidakpastian dalam proses pengambilan keputusan pemakai
c. Menggambarkan
keadaan yang sebenarnya dari sesuatu hal.
Kualitas
informasi bias terhadap error, karena kesalahan cara pengukuran dan
pengumpulan, kegagalan mengikuti prosedur prmrosesan, kehilangan atau data
tidak terproses, kesalahan perekaman atau koreksi data, kesalahan file histori
atau master, kesalahan prosedur pemrosesan ketidak berfungsian sistem.
Informasi yang berkualitas harus akurat, tepat pada waktunya dan relevan,
maksudnya adalah:
a. akurat
berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau
menyesatkan.
b. tepat
waktu berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat.
Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi. Karena informasi
merupakan landasan di dalam pengambilan keputusan.
c. relevan
berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi
informasi untuk tiap-tiap orang berbeda-beda
Nilai
Informasi ditentukan dari dua hal, yaitu manfaat dan biaya mendapatkannya.
Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan
dengan biaya mendapatkannya. Pengukuran nilai informasi biasanya dihubungkan
dengan analisis cost effectiveness atau cost benefit.
Umur
informasi, kapan atau sampai kapan sebuah informasi memiliki nilai atau arti
bagi penggunanya. Ada condition informasion (mengacu pada titik waktu tertentu)
dan operating information (menyatakan suatu perubahan pada suatu range waktu).
Sistem Informasi
Sistem
informasi dalam organisasi dapat dikatakan sebagai sistem yang menyediakan
informasi bagi semua tingkatan dalam organisasi tersebut kapan saja diperlukan.
Sistem ini menyimpan, mengambil, mengubah, mengolah dan mengkomunikasikan
informasi yang diterima dengan menggunakan sistem informasi atau peralatan
sistem lainnya.
Sistem
informasi akan bekerja pada fungsi-fungsi organisasi sesuai dengan derajat
kebutuhan informasi pada tingkatan manajemen dalam organisasi. Karakteristik
dan tipe-tipe informasi akan terkait dengan kebutuhan informasi pada
tingkatan-tingkatan manajemen dalam organisasi. Sistem informasi berfungsi
mentransformasikan data menjadi informasi yang bernilai bagi tiap tingkatan
manajemen. Sistem informasi mendukung pembuatan keputusan sesuai tahap-tahap
pembuatan keputusan manajemen dalam organisasi.
Menurut
Mc leod “Sistem Informasi merupakan sistem yang mempunyai kemampuan untuk
mengumpulkan informasi dari semua sumber dan menggunakan berbagai media untuk
menampilkan informasi “.
Informasi
dalam suatu lingkungan sistem informasi harus mempunyai persyaratan umum
sebagai berikut :
a. harus
diketahui oleh penerima sebagai referensi yang tepat
harus sesuai dengan kebutuhan yang ada
dalam proses pembuatan / pengambilan keputusan
b. harus
mempunyai nilai surprise, yaitu hal yang sudah diketahui hendaknya jangan
diberikan
c. harus
dapat menuntun pemakai untuk membuat keputusan. Suatu keputusan tidak selalu
menuntut adanya tindakan.
Sistem
informasi harus mempunyai beberapa sifat seperti :
a. pemrosesan
informasi yang efektif. Hal ini berhubungan dengan pengujian terhadap data yang
masuk, pemakaian perangkat keras dan perangkat lunak yang sesuai
b. manajemen
informasi yang efektif. Dengan kata lain, operasi manajemen, keamanan dan
keutuhan data yang ada harus diperhatikan
c. keluwesan.
Sistem informasi hendaknya cukup luwes untuk menangani suatu macam operasi
d. kepuasan
pemakai. Hal yang paling penting adalah pemakai mengetahui dan puas terhadap
sistem informasi
Sistem
informasi mempunyai enam buah komponen atau disebut juga dengan blok bangunan
(building block), yaitu :
1. komponen
input atau komponen masukan
2. komponen
model
3. komponen
output atau komponen keluaran
4. komponen
teknologi
5. komponen
basis data
6. komponen
kontrol atau komponen pengendalian
B.
Konsep Pengembangan Sistem. Alasan
Pengembangan Sistem, Prinsip Pengembangan Sistem, Tahapan Pengembangan Sistem,
Metodologi Pengembangan Sistem.
Konsep pengebangan sistem
Pengembangan
sistem : merupakan penyusunan suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang
lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada.
Pengembangan
sistem sering disebut proses
pengembangan sistem (System Development). Terdapat beberapa definisi mengenai
pengembangan sistem informasi diantaranya adalah :
aktifitas
untuk menghasilkan sistem informasi berbasis computer untuk menyelesaikan
permasalahan (problem) organisasi atau memanfaatkan kesempatan (opportunities)
yang timbul.
Kumpulan
kegiatan para analis sistem , perancang , dan pemakai yang mengembangkan dan
mengimlementasikan sistem informasi.
Tahapan
kegiatan yang dilakukan selama pembangunan sistem informasi
Proses
merencanakan, mengembangkan , dan mengimplementasikan sistem informasi dengan
menggunakan metode , teknik , dan alat bantu pengembangan tertentu.
Sebenarnya
untuk menghasilkan sistem informasi tersebut terdiri dari :
1. Sistem
analis
Upaya
mendapatkan gambaran bagaimana sistem bekerja dan masalah – masalah apa saja
yang ada pada sistem.
2. Sistem
development
Langkah
– langkah mengembangkan sistem informasi yang baru berdasarkan gambaran cara
kerja sistem dan permasalahan yang ada.
Alasan Diperlukan Pengembangan
Sistem
1. Adanya
masalah yang timbul dari sistem yang lama
2. Untuk
meraih kesempatan – kesempatan dalam berbagai hal
3. Adanya
instuksi dari pimpinan atau adanya peraturan dari pemerintah
Prinsip Pengembangan Sistem
1. Sistem
yang dikembangkan adalah untuk manajemen.
2. Sistem
yang dikembangkan adalah investasi modal besar maka setiap investasi modal
harus mempertimbangkan 2 hal berikut ini :
3. Semua
alternative yang ada harus diinvestigasikan
4. Investasi
yang terbaik harus bernilai.
5. Sistem
yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik
6. Tahapan
kerja dan tugas-tugas yang baru dilakukan dalam proses pengembangan sistem
7. Proses
pengembangan sistem tidak harus urut
8. Jangan
takut membatalkan proyek
9. Dokumentasi
harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem
Tahapan Pengembangan Sistem
1. Metode
System Development Life Cycle (SLDC)
Metode ini adalah metode pengembangan
sistem informasi yang pertama kali digunakan makanya disebut dengan metode
tradisional.
2. Model
WATERFALL
Sering juga disebut model Sequential
Linier. Metode pengembangan sistem yang paling tua dan paling sederhana. Cocok
untuk pengembangan perangkat lunak dengan spesifikasi yang tidak berubah-ubah.
3. Model
Prototyping
Prototyping adalah proses iterative
dalam pengembangan sistem dimana requirement diubah ke dalam sistem yang
bekerja (working system) yang secara terus menerus diperbaiki melalui kerjasama
antara user dan analisis.
4. Model
RAD (Rapid Application Development)
RAD adalah penggabungan beberapa metode
atau teknik terstruktur.
5. Model
Spiral
Model spiral pada awalnya diusulkan oleh Boehm,
adalah model proses perangkat lunak evolusioner yang merangkai sifat iteratif
dari prototype dengan cara kontrol dan aspek sistematis model sequensial
linier.
Metodologi
Pengembangan Sistem
Metodologi
adalah kesatuan metode-metode, prosedur-prosedur, konsep-konsep pekerjaan,
aturan-aturan, postulat-postulat yang digunakan oleh suatu ilmu pengetahuan,
seni atau disiplin lainnya. Metode adalah suatu cara, teknik yang sistematik
untuk mengerjakan sesuatu. Metodologi Pengembangan sistem berarti
metode-metode, prosedur-prosedur, konsep-konsep pekerjaan, aturan-aturan dan
postulat-postulat (kerangka pemikiran) yang akan digunakan untuk mengembangkan
suatu sistem informasi. Urutan-urutan prosedur untuk pemecahan masalah dikenal
dengan istilah Algoritma. Metodologi pengembangan sistem adalah metode-metode,
prosedur-prosedur, konsep-konsep pekerjaan, aturan-aturan dan postulat-postulat
(dalil) yang akan digunakan untuk mengembangkan suatu sistem informasi.
Beberapa
ahli membagi proses-proses pengembangan sistem ke dalam sejumlah urutan
berbeda-beda. Tetapi semuanya akan mengacu pada proses-proses standar berikut :
a. Analisis
didefinisikan sebagai bagaimana memahami dan menspesifikasi dengan detail apa
yang harus dilakukan oleh sistem.
Analisis :
mendefinisikan masalah
b. Desain diartikan sebagai menjelaskan dengan detail
bagaimana bagian-bagian dari sistem informasi diimplementasikan.
Desain
: memecahkan masalah.
c. Implementasi
didefinisikan menjalankan sistem yang telah jadi.
d. Pemeliharaan
didefinisikan dengan menjaga sistem yang sedang berjalan.
Pada
perkembangannya, proses-proses standar tadi dituangkan dalam satu metode yang
dikenal dengan nama system Development Life Cycle(SDLC) yang merupakan
metodologi umum dalam pengembangan sistem yang menandai kemajuan usaha analisis
dan desain. SDLC meliputi fase-fase sebagai berikut :
1. Identifikasi
dan seleksi proyek
2. Inisiasi
dan perencanaa proyek
3. Analisis
4. Desain
5. Desain
logikal
6. Desain
fisikal
7. Implementasi
8. Pemeliharaan
C.
Konsep Perancangan Sistem. Perancangan
Sistem Secara Umum. Perancangan Sistem Secara Terinci
Konsep Perancangan Sistem
Menurut
Satzinger, Jackson, dan Burd (2012:5), Perancangan Sistem adalah sekumpulan
aktivitas yang menggambarkan secara rinci bagaimana sistem akan berjalan. Hal
itu bertujuan untuk menghasilkan produk perangkat lunak yang sesuai dengan
kebutuhan user.
Perancangan
Sistem yaitu rancangan atau susunan sistem yang akan dibangun.
Tedapat
3 Jenis Perancangan sistem yaitu :
1. Perancangan
databese. Sejumlah kumpulan data yang tersimpan di dalam media penyimpanan
sekunder yang dipakai untuk menyimpan data-data panjang yang digunakan untuk
inputan sistem kemudian data tersebut diolah menjadi data output/ keluaran
sistem.
2. Perancangan
proses. Menjelaskan sebuah proses bekerjanya sebuah sistem untuk melakukan
pengolahan data input menjadi data outpu menggunakan fungsi-fungsi yang sudah
direncanakan.
3. Perancangan
Interface. Bagian software yang bisa dipakai oleh end user yang bisa dilihat
pada layar monitor apabila program dijalankan.
Perancangan Sistem Secara Umum
Tujuan
dari desain sistem secara umum adalah untuk memberikan gambaran
secara
umum kepada user tentang sistem yang baru. Desain sistem secara umum
merupakan
persiapan dari desain terinci. Desain secara umum mengidentifikasikan
komponen-komponen
sistem informasi yang akan didesain secara rinci. Desain terinci
dimaksudkan
untuk pemrogram komputer dan ahli teknik lainnya yang akan
mengimplementasi
sistem. Tahap desain sistem secara umum dilakukan setelah tahap
analisis
sistem selesai dilakukan dan hasil analisis disetujui oleh manajemen.
Komponen-komponnnya
yaitu:
1. Model
2. Output
3. Input
4. Database
5. Teknologi
6. Kontrol.
Perancangan Sistem Secara Terinci
Merukana
komponen-komponen sistem informasi yang dirancang dengan tujuan untuk
dikomunikasikan dengan programmer agar dapat dituangkan dalam bentuk aplikasi.
Komponen-komponennya
yaitu:
1. Desain
input terinci
2. Desain
output terinci
3. Desain
dialog layar terminal
4. Desain
database terinci
5. Desain
teknologi terinci.
Sumber referensi:
http://haryudipitu.blogspot.com/2019/01/bab-viii-desain-sistem-terinci.html?m=1
https://timur.ilearning.me/2015/12/24/apa-pengertian-perancangan-sistem/
https://renayus.blogspot.com/2016/10/metodologi-pengembangan-sistem_71.html
https://www.majid.web.id/2020/11/model-pengembangan-sistem-dan-tahapannya.html
https://randiarianto.wordpress.com/2016/05/08/pengembangan-sistem/
https://dikatara.wordpress.com/2011/10/22/konsep-dasar-informasi-dan-sistem-informasi/
http://www.pustaka.ut.ac.id/lib/wp-content/uploads/pdfmk/EKMA443403-M1.pdf
Komentar
Posting Komentar