BAB III PERANCANGAN SISTEM PENDEKATAN BERORIENTASI OBJEK

 

A.      Konsep Perancangan Sistem Pendekatan Berorientasi Objek

Pendekatan berorientasi objek adalah cara baru dalam memikirkan suatu masalah dengan menggunakan model yang dibuat menurut konsep sekitar dunia nyata. Dasar pembuatan adalah objek, yang merupakan kombinasi antara struktur data dan perilaku dalam satu entitas.  Terdapat beberapa cara untuk mengabstraksikan dan memodelkan objek-objek tersebut, yaitu abstraksi objek, kelas, hubungan antar kelas sampai abstraksi sistem. Saat mengabstraksikan dan memodelkan objek, data dan proses-proses yang dipunyai oleh objek akan dienkapsulasi (dibungkus) menjadi satu kesatuan.

pendekatan berorientasi objek disebut dengan Object-oriented Analysis and Design (OOAD).

pada pendekatan berorientasi objek, dekomposisi permasalahan dilakukan berdasarkan objek-objek yang ada dalam sistem.

 

B.      Alat Permodelan

1.       Rational Unified Process (RUP) (Rational Software – IBM 2003)

2.       Fusion (Coleman 1994)

3.       STS development Method 3 (ADM3) (Firesmith 1993)

4.       Berard’s object-oriented design (Berard 1991)

5.       Booch’s object-oriented design (Booch 1983, 1991)

6.       Coad and Yourdon’s object – oriented analysis (Coad & Yourdon 1989)

7.       Coad and Yourdon’s object-oriented analysis (OOA) (Coad & Yourdon 1991)

8.       Jacobson’s Objectory (Jacobson & Linstrom 1992)

9.       Rumbaugh’s object modelling technique (OMT) (Rumbaugh et al. 1991)

10.   Object-oriented system analysis (OOA) (Shlaer & Mellor 1988)

 

C.      UML

UML atau “Unified Modelling Language” adalah suatu metode permodelan secara visual yang berfungsi sebagai sarana perancangan sistem berorientasi objek.

 

Definisi UML adalah sebagai suatu bahasa yang sudah menjadi standar pada visualisasi, perancangan, dan juga pendokumentasian sistem aplikasi. Saat ini UML menjadi bahasa standar dalam penulisan blue print software (arsitektur).

 

Tujuan atau fungsi dari penggunaan UML, antara lain:

1.       Dapat memberikan bahasa permodelan visual kepada user dari berbagai jenis pemograman ataupun proses rekayasa.

2.       Dapat menghubungkan metode terbaik yang ada dalam pemodelan.

3.       Dapat membagikan model yang siap digunakan, adalah bahasa pemodelan visual yang ekspresif  untuk saling berbagi model dengan mudah dan memperluas program.

4.       Dapat berguna sebagai blue print, karena lengkap dan detail dalam perancangan. Yang nantinya akan diketahui informasi yang detail mengenai koding suatu program.

5.       Dapat memodelkan sistem yang berkonsep berorientasi objek, jadi tidak hanya berguna untuk memodelkan perangkat lunak (software) saja.

6.       Dapat membuat suatu bahasa pemodelan yang nantinya dapat dipergunakan oleh manusia maupun oleh mesin.

 

D.      Komponen-Komponen UML

1.       Use Case Diagram

Use case merupakan design yang berfokus pada user dan tugas- tugas user untuk memenuhi keinginan user. (Thimoty C, 2002)

Use case diagram menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah sistem. Yang ditekankan adalah “apa” yang diperbuat sistem, dan bukan “bagaimana”. Sebuah use case merepresentasikan sebuah interaksi antara aktor dengan sistem.

Use case ini terdiri dari :

·         Actor : pemakai sistem/ sesuatu yang berinteraksi dengan sistem merepresentasikan pesan, bukan pemakai individual.

 

·         Use case : cara spesifik penggunaan sistem oleh aktor.

 

Activity Diagram

Diagram activity seperti diagram state, merupakan diagram yang dapat digunakan untuk memahami alur kerja dari obyek/ komponen yang dilakukan.

 

2.       Class Diagram

Diagram class merupakan diagram yang terdiri dari sekumpulan obyek yang memiliki atribut-atribut dan method.

Class diagram menggambarkan struktur dan deskripsi class, package dan objek beserta hubungan satu sama lain seperti containment, pewarisan, asosiasi, dan lain-lain. (Wahono, R.S, 2003) 

Diagram class terdiri dari :

a.       Nama class

b.      Attributes

b.      Operasi

 

3.       Sequence Diagram

Diagram sequence adalah diagram yang menunjukkan urutan dari pertukaran pesan antar obyek dan tugas yang dilakukan, dan merupakan diagram yang menjelaskan urutan kejadian dari sistem (urutan lacak kejadian). (Thimoty C, 2002).

Diagram sequence digunakan untuk :

a.       Overview perilaku sistem

b.      Menunjukkan obyek-obyek yang diperlukan

c.       Mendokumentasikan skenario dari diagram use case

d.      Memberikan jalur-jalur pengaksesan

 

 

 

 

 

 

 

Sumber referensi:

https://aditpato7.wordpress.com/2011/11/13/perbedaan-pendekatan-perancangan-sistem-terstruktur-dan-berorientasi-objek/

https://www.ansoriweb.com/2020/03/pengertian-uml.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAB II PERANCANGAN SISTEM PENDEKATAN SECARA TERSTRUKTUR

BAB 1 KONSEP DASAR